Motor Dayang, Mutu Standard Industri Maju Sejak diluncurkan tahun 1998, motor Dayang yang harganya murah tapi kualitas Jepang, tidak menemui kendala yang berarti dalam hal inovasi teknologi. Malah dari hasil uji publik kendaraan bermotor dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan, DAYANG adalah satu-satunya motor dengan merek baru yang lulus uji, sehingga sejajar dengan motor Jepang. DAYANG bahkan sudah terdaftar di ISO 9001, yang berarti sudah standard internasional. Bermula dari kerinduan ingin membeli sepeda motor bekas buatan jepang dan Eropa tapi berat karena tidak mampu, Lukas Jayadi, akhirnya termotovasi untuk menciptakan alat transportasi bagi masyarakat lapisan bawah, tapi mutu standard industri maju. Itu tahun 1967, ketika itu Lukas yang kini President Director PT Dayang Motor Indonesia, masih mengelola bengkel di Solo. Dari kerinduan ini, Lukas pada tahun 1967-an memberanikan diri merakit sepeda motor Honda yang waktu itu sedang trend dan masuk ke Indonesia dalam bentuk semi CKD maupun sparepart. "Kami merakit di daerah Bandengan Utara, Jakarta, sebelum ASTRA lahir. Kami juga ikut merakit motor Yamaha di daerah Gunung Sahari 16, Jakarta dan untuk merek Suzuki kami rakit di jalan Kali Besar Barat 46, Jakarta," kata Lukas. Dengan modal pengalaman di bisang otomotif kurang lebih 20 tahun, Lukas bersama lima sahabatnya, salah satunya Tinosukomo, lalu membidani lahirnya motor Dayang tahun 1998, bertepatan bergulirnya era reformasi yang memberi peluang bagi pebisnis dalam berinovasi. Dengan semangat optimisme dan didukung tenaga ahli putra putri Indonesia yang berpengalaman di bidang otomotif Jepang dan Eropa, DAYANG pun resmi meluncur sebagai alat transportasi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Menurut Lukas, baik mesin dan bodi DAYANG sepenuhnya dirakit di kawasan Industri Palur, Solo. Sebagai pebisnis otomotif yang tetap menjaga mutu dan tahu mutu, ia juga berani menjagokan komponen DAYANG lebih unggul dari produk motor Cina. Karena itu, untuk menjamin kualitas tetap stabil, Dayang Motor Indonesia masih menggunakan komponen impor. Khusus untuk mesin hampir 90% berasal dari negara Jepang dan Eropa. Sedangkan di luar mesin dan bodi hampir 50% menggunakan komponen dalam negeri dengan standard komponen yang digunakan motor Jepang pada umumnya. Selain sudah terbukti banyak diminati masyarakat konsumen dalam negeri, DAYANG sejak tahun lalu sudah diekspor ke Amerika Serikat, Vietnam, Kamboja, Meksiko, dan Timur Tengah, "ini bukti keseriusan kami untuk terus memperluas pangsa pasar DAYANG yang saat ini didukung 100 dealer di seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi era pasar bebas, kami masih membuka peluang bagi mereka yang berminat menjadi dealer resmi DAYANG di Indonesia dan di luar negeri. yang berminat, silakan menghubungi kami di jalan Kolonel Sutarto No 100, Solo, 57126, Telp (0271) 648767, 632064, atau HP 0811295539 dengan Ester Jayadi" kata Lukas. Dijelaskan, saat ini ada sepuluh jenis DAYANG yang dipasarkan di Indonesia, antara lain DY 125 (trail), TY 110-8, Super Deluxe 100cc dan 110cc. Dari sekian banyak jenis, dua produk terlaris adalah Super Delux 100cc dan 110cc. Masalah harga relatif terjangkau, hanya Rp. 7 juta on the road. namun khusus di daerah tertentu lebih murah. Sedangkan sistem pemasaran dari motor DAYANG, selain secara tunai juga bisa kredit dengan uang muka Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta. Khusus Pegawai Negeri Sipil dikatakan tanpa uang muka, dengan cicilan per bulan Rp.200.000,- (bmp)
|