Berebut Pasar, Mocin pun Jorjoran Harga Sepeda Motor selalu identik dengan kendaraan bernilai mahal. Padahal, animo masyarakat untuk memiliki kendaraan roda dua begitu tinggi. Untuk bisa eksis di bisnis otomotif - khusunya di pasar kendaraan roda dua - para pebisnis motor Cina (Mocin) tampaknya belum bisa berlenggang kangkung. Mereka dituntut terus mnerus melakukan inovasi agar tidak terlindas motor-motor poduk Jepang. Harus diakui di Indonesia termasuk wilayah eks Karisidenan Surakarta, Mocin memiliki pasar tersendiri. Bagi mereka, produk Jepang tidak lagi dianggap pesaing karena memang keduanya tidak bisa diperbandingkan. Pesaing Mocin justu muncul dari kalangan mereka sendiri. Bagaimana tidak, di tengah maraknya perdagangan sepeda motor, saat ini ada banyak produsen Mocin yang masuk kepasar Indonesia. Untuk bisa merebut pasar, tentu saja para produsen itu harus melakukan terobosan-trobosan. Salah satunya dengan meluncurkan produk yang harganya terjangkau. Yang terbaru, dalam waktu dekat ini dipastikan akan muncul poduk motor bermesin 90cc-100cc dengan harga sekitar 6 juta per buah...... Produsen Mocin merek Dayang, saat ini memang telah menurunkan tipe Sougun R. Promosinya cukup agresif untuk merik minat konsumen. konsumen masih bisa membeli motor seharga Rp. 5,8 juta (on the road) dengan sistem kredit tanpa uang muka. Kosumen cukup bisa membayar dalam tempo tiga tahun atau 36 bulan dengan cicilan Rp. 213.300,-. Tidak hanya itu, konsumen juga diiming-imingi jaminan perawatan mesin dan sparepart murah. Diatas itu, Dayang menurunkan produk Super X seharga Rp. 6,2 juta on the road. Bahkan seperti diketahui, pabrik perakitan sepeda motor Dayangdi Solo juga terus meluaskan pangsa pasarnya di luar negeri. Sebanyak 200 unit sepeda motor tipe Win dan GI Pro diekspor ke Yunani, setelah sebelumnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Kuwait, Iran, Uganda, Afrika Selatan, AS, Cina dan Timor Leste yang telah jadi pelanggan.... (imb)
|