Dayang Motor Murah dan Berkualitas
Pos Metro

Sepeda Motor selalu identik dengan kendaraan bernilai mahal. Padahal, animo masyarakat untuk memiliki kendaraan roda dua begitu tinggi.

Peluang inilah yang kemudian dibidik PT. Dayang Motor Indonesia (DMI), satu-satunya produsen sepeda motor nasional bermerek "Dayang" yang meluncurkan beberapa produk terbarunya dengan harga murah dan terjangkau.

Hal ini merupakan manuver cukup cerdik dan jeli dari PT. DMI dalam melihat segmen pasar sepeda motor di Indnesia, terutama untuk msyarakat kelas menengah dan bawah baik dewasa maupun anak-anak.

Menurut Marketing Managet PT. DMI, Indrawati, pihaknya tidak begitu saja menawarkan sepeda motor dengan harga murah, tanpa melakukan riset yang mendalam termasuk sejauh mana uji kualitas dari produk yang akan diluncurkan.

Beberapa jenis sepeda motor bermesin 2 tak dan 4 tak keluaran PT DMI seperti DY 80 (Minitrail 80cc), DY 110T (Trail 110cc), DY 125S (Sport 125cc), DY 175M (Macan 175cc), DY 250H (Harley 250cc), DY 150R (King 150cc), DY 100-1 (Super Pit 100cc), TY 110-1 (Sougun R 110cc), TY125-1 (Karisima 125cc), DUY 150 B (Becak 150cc), Dophin (Water Scooter).Semua produk diatas dibandrol dengan harga kisaran mulai Rp.1.250.000,- hingga Rp. 13 juta.

" Khusus harga pameran motor jenis Super Pit kami lepas dengan harga Rp. 3,5 juta. Jangan salah, harga murah bukan berarti kami tidak memperhatikan kualitas. Karena semua produk kami telah lolos tes standar Jepang. Ini semata sebagai wujud kepedulian kami agar masyarakat menengah dan bawah dapat memiliki sepeda motor seperti yang mereka impikan," ungkap Indrawati, ketik ditemi Pos Metro di arena Pekan Raya Jakarta.

Diakui Iin, begitu sapaan akrab Indrawati, kendala psikologi terkadang menjadi hambatan utama selain faktor penjualan dan servis. Menurutnya, untuk menghilangkan kedala tersebut tidak cukup hanya dengan cara meyakinkan calon pembeli, tetapi juga bagaimana meyakinkan orang-orang disekitar bahwa seeda motor bukan dominasi kalangan atas (berduit).

Ia menambahkan, meski mengadopsi model sepeda motor buatan Jepang, tetapi motor Dayang lebih sebagai motor nasional karena 70% rakitannya merupakan kandungan lokal. Bahkan tenaga ahlinya 90% orang Indonesia.

Mengenai strategi pemasaran, Iin mengatakan selain mengadalkan dealer, pihaknya juga aktif melakukan berbagai kegiatan seperti iklan di media massa, pameran dan lain-lainnya.

Apa yang dilakukan produsen motor yang bermarkas di Jl. Kol. Sutarto No. 100, Solo, jawa Tengah, itu dengan produk-produk barunya tentu merupakan contoh menarik seiring ketatnya persaingan bisnis sepeda motor.

"Kami tak hanya sekedar mengandalkan pasar yang sudah ada, tetapi juga menyisir ke pasar lain yang selama ini terabaikan dan belum dilayani secara baik," tuturnya. Tak heran sejak berdiri tahun 1998 ingga sekarang, PT DMI telah memproduksi ribuan unit sepeda motor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan dalam waktu dekat akan memasuki pasar ekspor. (Cahyo)

< back